1. Ibadah
Orang ber IMAN akan selalu disibukkan dengan ibadah, seperti sholat berjemaah di mesjid 5 waktu, sholat sunnat di rumah nya, sibuk berdzikir dan ber Tilawat Al-Quran.
2. Mua’malah
Orang Ber IMAn akan ber Muamalah, berniaga, berusaha mencari nafkah, bekerja dengan cara cara yang diridhoi oleh ALLAH, dan niat usahanya ini adalah untuk mendukung dirinya agar senantiasa taat kepada perintah ALLAH.
3. Mua’syaroh
Orang ber IMAN akan ber Muasyaroh, bergaul dengan saudara nya atau temannya dengan lemah lembut (mahabbah), memperlakukan semua makhluk ciptaan ALLAH dengan kasih sayang.
4. Akhlaq
Puncak orang ber IMAN adalah Akhlaq nya, tingkah lakunya, dia akan menjadi orang yang menyenangkan, diterima dalam pergaulan dimana pun baik sesama Muslim mau pun dengan sesama ummat lainnya.
Adapun definisi definisi yang sempat dilontarkan oleh bung guhPraset, bung retorika, bung faridh, tentang orang ber IMAN dan ber Agama kayaknya tidak seperti itu koq, saya berani mendebat, itu bukan definisi yang benar tentang orang ber IMAN, walau pun KTP nya, atau pengakuannya berdasar KTP dia ber IMAN, itu sebetulnya cuma keliahatan nya saja atau sepertinya saja ber IMAN.
Bukan salah mereka membuat definisi seperti itu, karena orang orang dengan Kualitas IMAN prima dan sempurna memang sulit ditemukan saat ini, orang orang dengan kualitas IMAN sempurna adalah orang orang terdahulu seperti yang ALLAH maksud dalam Surat At-Taubah ayat 100 “Generasi pertama dari kalangan shahabat Muhajirin dan Ashor serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan merekapun ridla kepada-Nya”.. Mereka adalah Sahabat – sahabat Nabi Muhammad saw.
Kira nya orang orang ini pantas kita jadikan contoh, ditengah krisis keyakinan kita, ditengah hilangnya keyakinan kita akan solusi dahsyat yang ditawarkan oleh kekuatan AGAMA dan IMAN.
Dan Alhamdulillah, atas izin ALLAH jua, ditengah suasana ummat yang sedang kehilangan arah ini kami sekeluarga sedang belajar mencontoh orang orang ini, dan kami akan terus bertahan dengan keyakinan seperti ini Insya ALLAH, sampai mati …. sampai anak cucu…. sampai kiamat….
Rabu, 06 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)